Margosari - Pasca 50 Hari tanam Padi, Petani Desa Margosari Gelar Tradisi Sedekah Bumi

Pasca 50 Hari tanam Padi, Petani Desa Margosari Gelar Tradisi Sedekah Bumi

Patebon - Warga Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, sukses meramaikan acara sedekah bumi setelah 50 hari umur tanam padi atau dalam istilah Jawa disebut Mabul.

Sedekah bumi dihadiri oleh warga Desa setempat dan sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) dari Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN) Semarang, pada Jumat (13/01/23), di Dusun Deliksari atau RW 5 Desa Margosari.

Pada jam satu siang warga sudah ramai dengan menggelarkan tikar persis di tepi sawah, beserta sejumlah makanan yang dibawa. Rangkaian acara sedekah bumi dimulai dengan sambutan Kepala Desa,  Mahmudah, dilanjut sambutan dari Kepala Dusun Deliksari, Nur Chalim, kemudian masuk ke acara inti doa bersama yang dipimpin oleh Pak Masduki. Terakhir, acara sedekah bumi ini ditutup dengan makan bersama.

Pak Duki menjelaskan, sedekah bumi ini diselenggarakan setahun sekali di musim penghujan yang dipenuhi oleh tanaman padi dan beberapa petak ladang jagung. Sedangkan pada musim kemarau jangkauan air relatif jauh untuk menanam padi, sehingga digantikan oleh Tembakau dan jagung.

"Sedekah bumi diadakan sesuai musimnya. Jadi biasa diadakan sedekah bumi itu bilamana ada tanamannya ada tanaman padi," jelas Pak Eko Ketika diwawancarai peserta KKN MIT dari UIN Walisongo Semarang.

Lebih lanjut, Pak Duki menerangkan sejumlah lahan sawah di sini dimiliki oleh warga Margosari dengan batasnya masing-masing atau Para Petani menyebutnya 'Galeng'.

"Jadi petani ini kan yang menggarap itu banyak sekali, seperti ini ke sana satu orang, ini sampai sana tiga orang," tunjuk Pak Eko pada hamparan sawah seusai acara sedekah bumi.

Acara ini berlangsung dengan sukses, Pak Eko sendiri mengaku tidak butuh banyak persiapan dalam mengadakan Sedekah bumi di sini. Ia menjelaskan kesepakatan untuk mengadakan acara sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu, kemudian informasi tersebut tersebar secara alami, dari mulut ke mulut, sehingga tidak jarang sebagian warga mendapatkan informasi tiga sampai dua hari sebelumnya. Namun demikian, tidak menjadi penghalang dalam merealisasi agenda tahunan ini.

"Informasinya ke teman-teman yang lain yaitu dari pertani satu dengan petani yang lain. Bahwa besok hari jumat ada kegiatan sedekah bumi," Jelasnya.

 

Menu utama pada Sedekah Bumi kali ini ditemani oleh Kluban atau Urap dan beberapa lauk serta cemilan lainnya. Pak Eko menambahkan, warga dibebaskan membawa makanan dengan menu apa saja, kemudian dikumpulkan bersama-sama seperti saat ini.

"Teknisnya masalah makanan itu terserah mau bawa apa, nanti harus dikumpulkan," katanya.

Sebagai penutup, Pak Duki menegaskan bahwa rangkaian Sedekah Bumi ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan doa bersama warga. Terlebih warga Desa Margosari sendiri didominasi dengan profesi petani atau pekebun.

"Jelasnya itu doa bersama", ringkas Pak Duki yang sempat memangku sebagai Tokoh Masyarakat dan juga Petani Dusun Deliksari.

Oleh: Riska Apriliza (Kominfo KKN MIT ke-15 Posko 14 UIN Walisongo Semarang)


Dipost : 18 Januari 2023 | Dilihat : 313

Share :