Margosari - Potret Tradisi Dusun Rengas Sambut Malam 1 Suro

Potret Tradisi Dusun Rengas Sambut Malam 1 Suro

Margosari, 8 Juli 2024. Memasukki Tahun Baru Islam 1446 H, Nahdlatul Ulama memiliki perbedaan dengan Muhammadiyah dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menentukan penanggalan 1 Muharam. Dilansir dari detiksulsel, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) nomor 002/SK/LF-PBNU/X/2022, menetapkan 1 Muharam jatuh pada tanggal 8 Juli 2024.

Menyambut datangnya Tahun Baru Islam, mayoritas masyarakat Jawa menggelar berbagai tradisi rutin yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sama halnya dengan warga Dusun Rengas, menggelar serangkaian kegiatan syukuran sekaligus mengirim doa kepada leluhur sebagai bentuk penghormatan. Lantas, apa saja tradisi warga Dusun Rengas, Desa Margosari, Kec. Patebon, Kab Kendal, dalam menyambut datangnya malam 1 Suro? Yuk, disimak!

Khotmil Qur'an

Kegiatan dimulai ba'da salat magrib dengan istigasah sekaligus khatam atau khotmil Qur'an yang dipimpin oleh K.H Nurrohman, bertempat di Musala Nurul Iman. Warga melakukan kegiatan ini sebagai bentuk permohonan berkah dan perlindungan kepada Allah SWT.

"Insya Allah setiap tahun kita bermuhasabah, memohon kepada Allah untuk menjadi pribadi lebih baik, sehat selalu, dan terhindar dari marabahaya. Dengan media yaitu bersama-sama membaca Al-Qur'an. Tiap malam 1 Suro, seluruh musola di Desa Margosari, pasti mengadakan acara istigasah dalam menyongsong tahun baru Islam," ucap Bapak Suroso selaku Kadus Rengas.

Khotmil Qur'an di Musala Nurul Iman

Barikan

Setelah melaksanakan Khotmil Qur'an, warga Dusun Rengas kembali ke RT masing-masing untuk menggelar acara syukuran. Khusus RT 2, dalam menyambut datangnya malam 1 Suro, warga menggelar acara barikan di depan rumah warga. Masing-masing warga membawa aneka hidangan atau hasil tani, yang kemudian disusun beralaskan daun pisang untuk dinikmati bersama. Warga percaya dengan digelarnya tradisi barikan di ruang terbuka, akan dapat menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT tanpa ada penghalang.

"Karena kita ingin, tanda syukur itu langsung, istilahnya dari langit ke bumi, tanpa penghalang antara Allah SWT dan kita. Barikan diambil dari Bahasa Arab (barokatan) artinya lepas, bebas, merdeka," sambung Pak Suroso dalam wawancara.

Mahasiswa KKN UNNES Ikut Membersamai Tradisi Barikan

Tradisi Haul Leluhur

Kegiatan menyambut Tahun Baru Islam di Dusun Rengas diakhiri dengan doa bersama di makam. Warga berkumpul untuk mendoakan keselamatan dan ketenangan arwah leluhur, yaitu Mbah Kesatrian dan Kyai Abdur Rohman Al-Haffid. Tradisi ini sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa para leluhur. Generasi muda juga turut berpartisipasi dalam tradisi ini, untuk belajar pentingnya menghormati dan mengenang jasa para pendahulu.

Tradisi Haul di Dusun Rengas

Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya leluhur tetap terjaga di Dusun Rengas, meski zaman terus berkembang. Tradisi ini menunjukkan, bahwa masyarakat Dusun Rengas memiliki rasa cinta dan penghormatan yang tinggi terhadap budaya dan warisan leluhur, memastikan nilai-nilai luhur tersebut tetap terjaga dan berkembang di tengah modernisasi.

By: Afrida Ghautsiyah


Dipost : 08 Juli 2024 | Dilihat : 74

Share :